HUKUM MENGGUNAKAN HAND SANITIZER BERAKOHOL

Di saat merebaknya virus corona atau COVID-19, masyarakat dianjurkan untuk senantiasa menjaga kebersihan diri, salah satunya ialah menggunakan hand sanitizer atau cairan antiseptik lain yang pada umumnya mengandung alkohol dalam kadar cukup tinggi (bahkan ada yang mencapai 70%). Bagaimana hukumnya cuci tangan dengan Hand Sanitizer? JAWABAN :Pada dasarnya, tidak ada keterangan definitif nash al-Quran, Sunnah,danLanjutkan membaca “HUKUM MENGGUNAKAN HAND SANITIZER BERAKOHOL”

HUKUM MERENGGANGKAN SHAF SHALAT KARENA ANTISIPASI PENYEBARAN VIRUS CORONA

Virus corona telah menyebar ke berbagai negara. Banyak cara yang dilakukan oleh pengampu kekuasaan untuk menghentikan penyebaran virus ini. Salah satunya dengan kebijakan social distancing atau jarak sosial. Bagaimana hukum merenggangkan shaf shalat karena antisipasi penyebaran virus corona?  JAWABAN :Shalat berjama’ah yang dilakukan dengan shaf renggang tetaplah sah, serta tidak makruh dan tetap mendapatkan keutamaanLanjutkan membaca “HUKUM MERENGGANGKAN SHAF SHALAT KARENA ANTISIPASI PENYEBARAN VIRUS CORONA”

HUKUM SHALAT PAKAI MASKER

Saat terjadinya penyebaran virus Covid 19 (Corona) seperti sekarang ini, salah satu upaya untuk menangkalnya dengan memakai masker (penutup mulut dan hidung). Lalu muncul pertanyaan, bagaimana jika seorang shalat dalam kondisi memakai masker ? JAWABAN :Pada asalnya, shalat dalam kondisi menutup mulut hukumnya makruh. Namun jika ada udzur atau alasan, maka dari yang asalnya makruhLanjutkan membaca “HUKUM SHALAT PAKAI MASKER”

BOLEHKAH MEMBATALKAN PUASA SUNNAH?

Puasa merupakan salah satu ibadah utama yang bisa dilakukan seorang hamba. Dalam pelaksanaannya, puasa ada yang wajib dan ada yang sunnah. Puasa sunnah yang lazimnya dilakukan pada hari-hari di dimana kebanyakan orang tidak menjalani puasa, kadang menjadi dilema bagi orang yang berpuasa. Misalnya ketika ia sedang menjalani puasa dan bertamu ke rumah temannya, kemudian dihidangkanLanjutkan membaca “BOLEHKAH MEMBATALKAN PUASA SUNNAH?”

MENGGABUNGKAN PUASA QADHA’ DAN PUASA SUNAH

Ketika Ramadhan kemarin, mbak Nabila memiliki hutang puasa selama lima hari karena haidh. Pada saat mengqadhainya, ia berniat menggabungkan puasa qadha’ dengan puasa sunah Syawal. Apakah hal ini diperbolehkan? Jawaban :Diperbolehkan dan mendapatkan pahala pula dari puasa sunahnya. #CATATAN : Dalam masalah niatnya cukup dengan niat melakukan puasa qadha’ dan pahala puasa sunahnya sudah didapatkanLanjutkan membaca “MENGGABUNGKAN PUASA QADHA’ DAN PUASA SUNAH”

BOLEHKAH SHOLAT ID SENDIRIAN ?

المجموع شرح المهذب – ٥ / ٢٤تُسَنُّ صَلَاةُ الْعِيدِ جَمَاعَةً وَهَذَا مُجْمَعٌ عَلَيْهِ لِلْأَحَادِيثِ الصَّحِيحَةِ الْمَشْهُورَةِ فَلَوْ صَلَّاهَا الْمُنْفَرِدُ فَالْمَذْهَبُ صِحَّتُهَا Disunnahkan sholat ‘iid secara berjama’ah, hal tersebut berdasarkan ijma’ para ulama’ atas hadits-hadits shahih yang masyhur. Namun jika seseorang melaksanakan sholat id secara munfarid (sendirian), maka menurut madzhab (syafi’i) shalat ‘iid-nya tetap sah.

HUKUM ZIARAH KUBUR DI HARI RAYA

Sudah menjadi tradisi umat Islam di beberapa negara, terutama di Indonesia, untuk melaksanakan ziarah kubur saat idul fitri. Sebenarnya bagaimana hukum ziarah kubur saat hari raya idul fitri? Jawaban:Ziarah kubur pada dasarnya sunnah, hal ini berdasarkan hadis nabi berikut : كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزورها Dan hadis nabi:  اطلع في القبور واعتبر في النشور.Lanjutkan membaca “HUKUM ZIARAH KUBUR DI HARI RAYA”

Hukum Mandi Setiap Malam Ramadhan

تحفة المحتاج مع حاشية الشرواني ٣/ ٣٨٤ يُنْدَبُ الْغُسْلُ لِكُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ، يَدْخُلُ وَقْتُهُ بِالْغُرُوْبِ وَيَخْرُجُ بِطُلُوْعِ الْفَجْرِ، وَلَا يُتَقَيَّدُ بِمُرِيْدِ الْجَمَاعَةِ لِأَنَّ الْغُسْلَ لِلْجَمَاعَةِ سُنَّةٌ مُسْتَقِلَّةٌ Disunahkankan mandi pada setiap malam bulan Ramadlan, waktunya mulai terbenamnya matahari sampai terbit fajar. Dan tidak terbatas bagi orang yang hendak jamaah [tapi umum baik yang hendakLanjutkan membaca “Hukum Mandi Setiap Malam Ramadhan”

Hukum Donor Darah Saat Puasa

Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah sebagai stok darah untuk kemudian digunakan untuk transfusi darah. Proses donor darah tidak bisa dilepaskan dari injeksi pada bagian tangan. Bagaimana bila aktivitas tersebut dilakukan saat puasa? Batalkah puasanya? Jawaban :Donor darah yang dilakukan dengan proses injeksi di bagian tangan,Lanjutkan membaca “Hukum Donor Darah Saat Puasa”

Menelan Ludah Ketika Gusi Berdarah

Dalam melaksanakan ritual puasa banyak hal yang perlu diketahui terkait masalah batal dan tidaknya puasa. Sebut saja kang Irsal, entah karena apa, disaat sedang berpuasa gusinya sering mengeluarkan darah. Akibatnya percampuran air ludah dan darah sulit dihindari. Hal ini akan menjadi problem ketika ia mau menelan ludahnya. Apakah puasanya kang Irsal batal saat menelan ludahLanjutkan membaca “Menelan Ludah Ketika Gusi Berdarah”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai