BOLEHKAH MEMBATALKAN PUASA SUNNAH?

Puasa merupakan salah satu ibadah utama yang bisa dilakukan seorang hamba. Dalam pelaksanaannya, puasa ada yang wajib dan ada yang sunnah. Puasa sunnah yang lazimnya dilakukan pada hari-hari di dimana kebanyakan orang tidak menjalani puasa, kadang menjadi dilema bagi orang yang berpuasa. Misalnya ketika ia sedang menjalani puasa dan bertamu ke rumah temannya, kemudian dihidangkanLanjutkan membaca “BOLEHKAH MEMBATALKAN PUASA SUNNAH?”

KISAH KEUTAMAAN PUASA SYAWAL

Sufyan ats-Tsuri yang bermukim di Makkah selama tiga tahun suatu hari menyaksikan seorang pria penduduk setempat mengunjungi Masjidil Haram. Pria ini melaksanakan thawaf, sembahyang dua rakaat, lantas mengucapkan salam kepada ulama kelahiran Kufah itu, sebelum akhirnya pulang ke rumahnya.  Pristiwa yang ternyata rutin terjadi saban siang membuat Sufyan menaruh rasa kagum dan simpati kepadanya. SufyanLanjutkan membaca “KISAH KEUTAMAAN PUASA SYAWAL”

MENGGABUNGKAN PUASA QADHA’ DAN PUASA SUNAH

Ketika Ramadhan kemarin, mbak Nabila memiliki hutang puasa selama lima hari karena haidh. Pada saat mengqadhainya, ia berniat menggabungkan puasa qadha’ dengan puasa sunah Syawal. Apakah hal ini diperbolehkan? Jawaban :Diperbolehkan dan mendapatkan pahala pula dari puasa sunahnya. #CATATAN : Dalam masalah niatnya cukup dengan niat melakukan puasa qadha’ dan pahala puasa sunahnya sudah didapatkanLanjutkan membaca “MENGGABUNGKAN PUASA QADHA’ DAN PUASA SUNAH”

KETENTUAN PUASA SYAWAL DAN NIATNYA

Puasa Syawal sebanyak enam hari dianjurkan sekali oleh agama. Siapa saja yang berpuasa sunah Syawal sebanyak enam hari setelah puasa wajib Ramadhan sebulan penuh, maka ia seakan berpuasa setahun.  Idealnya puasa sunah Syawal enam hari itu dilakukan persis setelah hari Raya Idul Fithri, yakni pada 2-7 Syawal. Tetapi orang yang berpuasa di luar tanggal ituLanjutkan membaca “KETENTUAN PUASA SYAWAL DAN NIATNYA”

BERNIAT PUASA 6 HARI BULAN SYAWAL MULAI SEKARANG

فائدة من الحبيب عمر بن حفيظ حفظه الله في الروحة : من أراد صيام الست من شوال  فينوي في رمضان حتى ينال أجر النية ٧٠ ضعف Faidah dari Sayyidil Habib Umar bin Hafidz dalam rauhah:“Barang Siapa (berencana) ingin puasa 6 hari di bulan syawal hendaknya di niatkan Pada bulan Ramadhan agar mendapatkan pahala niat 70Lanjutkan membaca “BERNIAT PUASA 6 HARI BULAN SYAWAL MULAI SEKARANG”

ISTIHĀDHAH DIDALAM SHALAT DAN PUASA

Istihādhah adalah darah yang keluar di selain hari-hari haid dan nifas. Di antara kasusnya adalah ketika darah terus-menerus keluar melebihi batas maksimal haid, yaitu 15 hari. Perempuan yang mengalaminya disebut dengan mustahādhah. Mustāhadhah dihukumi sebagai orang yang suci. Ia tetap diwajibkan puasa dan shalat, boleh membaca Al-Qur’an, i’tikaf dan hal-hal lain yang dilarang bagi wanitaLanjutkan membaca “ISTIHĀDHAH DIDALAM SHALAT DAN PUASA”

LUBANG HIDUNG & TELINGA YANG DAPAT MEMBATALKAN PUASA

Puasa yang kita jalani supaya sah secara syariat haruslah benar-benar mampu menjaga dari hal-hal yang membatalkannya. Semisal menjaga dari makan, minum, bersetubuh, atau memasukkan sesuatu ke telinga atau hidung sampai batasan tertentu. Batasan anggota dalam (جوف) untuk hidung dan telinga yang dimaksud di sini seperti apa?  Jawaban : Batasan dalam untuk hidung dan telinga yang membatalkanLanjutkan membaca “LUBANG HIDUNG & TELINGA YANG DAPAT MEMBATALKAN PUASA”

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar

Untuk tanda-tandanya banyak dijelaskan dalam berbagai kitab dengan ciri-ciri yang hampir sama dan terdapat beberapa tanda musykil yang dialami subjektif oleh sebagian manusia saja. Beberapa tanda tersebut dari berbagai sumber sebagai berikut: 1. Imam Ibn al Jauzi dalam at Tabshirahnya saya kumpulkan kalimat pokoknya sebagai berikut: Pertama,  berdasar riwayat Sahabat Ubay bin Ka’ab yang mengatakanLanjutkan membaca “Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar”

Solusi Saat Lupa Niat

Niat adalah hal terpenting dalam ibadah. Begitupun puasa yang mengharuskan niat pada malam harinya. Namun karena kesibukan, terkadang kita lupa niat pada malamnya. Padahal puasa ramadhan wajib kita jalani. Bagaimana solusi seseorang yang lupa niat di malam hari?  Jawaban :Berniat di pagi hari sebelum masuk waktu zhuhur disertai niat mengikuti pendapat Imam Abu Hanifah. KarenaLanjutkan membaca “Solusi Saat Lupa Niat”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai