HUKUM MERENGGANGKAN SHAF SHALAT KARENA ANTISIPASI PENYEBARAN VIRUS CORONA

Virus corona telah menyebar ke berbagai negara. Banyak cara yang dilakukan oleh pengampu kekuasaan untuk menghentikan penyebaran virus ini. Salah satunya dengan kebijakan social distancing atau jarak sosial. Bagaimana hukum merenggangkan shaf shalat karena antisipasi penyebaran virus corona?  JAWABAN :Shalat berjama’ah yang dilakukan dengan shaf renggang tetaplah sah, serta tidak makruh dan tetap mendapatkan keutamaanLanjutkan membaca “HUKUM MERENGGANGKAN SHAF SHALAT KARENA ANTISIPASI PENYEBARAN VIRUS CORONA”

HUKUM SHALAT PAKAI MASKER

Saat terjadinya penyebaran virus Covid 19 (Corona) seperti sekarang ini, salah satu upaya untuk menangkalnya dengan memakai masker (penutup mulut dan hidung). Lalu muncul pertanyaan, bagaimana jika seorang shalat dalam kondisi memakai masker ? JAWABAN :Pada asalnya, shalat dalam kondisi menutup mulut hukumnya makruh. Namun jika ada udzur atau alasan, maka dari yang asalnya makruhLanjutkan membaca “HUKUM SHALAT PAKAI MASKER”

BOLEHKAH SHOLAT ID SENDIRIAN ?

المجموع شرح المهذب – ٥ / ٢٤تُسَنُّ صَلَاةُ الْعِيدِ جَمَاعَةً وَهَذَا مُجْمَعٌ عَلَيْهِ لِلْأَحَادِيثِ الصَّحِيحَةِ الْمَشْهُورَةِ فَلَوْ صَلَّاهَا الْمُنْفَرِدُ فَالْمَذْهَبُ صِحَّتُهَا Disunnahkan sholat ‘iid secara berjama’ah, hal tersebut berdasarkan ijma’ para ulama’ atas hadits-hadits shahih yang masyhur. Namun jika seseorang melaksanakan sholat id secara munfarid (sendirian), maka menurut madzhab (syafi’i) shalat ‘iid-nya tetap sah.

ISTIHĀDHAH DIDALAM SHALAT DAN PUASA

Istihādhah adalah darah yang keluar di selain hari-hari haid dan nifas. Di antara kasusnya adalah ketika darah terus-menerus keluar melebihi batas maksimal haid, yaitu 15 hari. Perempuan yang mengalaminya disebut dengan mustahādhah. Mustāhadhah dihukumi sebagai orang yang suci. Ia tetap diwajibkan puasa dan shalat, boleh membaca Al-Qur’an, i’tikaf dan hal-hal lain yang dilarang bagi wanitaLanjutkan membaca “ISTIHĀDHAH DIDALAM SHALAT DAN PUASA”

KETINGGALAN TAKBIR DALAM SHALAT IDUL FITRI

Pelaksanaan shalat idul fitri memang berbeda dengan shalat sunnah lainnya. Di dalamnya disunnahkan melakukan takbir 7 kali pada rakaat pertama dan takbir 5 kali pada rakaat ke dua. Namun hal tersebut tidak dapat dilakukan oleh Kang Dzikri karena imam sudah membaca surat al-Fâtihah. Ia merasa bimbang apakah tetap disunnahkan membaca takbir atau tidak.  Pertanyaan :MasihkahLanjutkan membaca “KETINGGALAN TAKBIR DALAM SHALAT IDUL FITRI”

PANDUAN KAIFIYAH SHOLAT IDUL FITRI DI RUMAH

Oleh : LDNU PBNU Wabah Covid-19 akan membuat suasana hari raya idul fitri terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Wabah ini juga mengakibatkan pelaksanaan ibadah shalat berjama’ah menjadi di rumah masing-masing, tidak terkecuali shalat tarawih dan shalat idul fitri. Hal tersebut merupakan upaya pemerintah dalam menyegah penyebaran Covid-19. Pada umumnya shalat idul fitri dilaksanakan di masjidLanjutkan membaca “PANDUAN KAIFIYAH SHOLAT IDUL FITRI DI RUMAH”

Antara Sholat Tarawih dan Ba’diyah Isya’

Jangan tinggalkan shalat ba’diyah isya’ sebelum mengerjakan shalat tarawih karena kedudukan shalat rowatib (Qobliyah dan Ba’diyah) lebih utama dari shalat tarawih.  التقريرات السديدة ص  ٢٨٠ – ٢٨١ أفضل النوافل : ١- العيدان: الأضحى والفطر؛ لأنه قيل بوجوبهما، ٢- ثم الكسوف للشمس، ٣- ثم الخسوف للقمر، ٤- ثم الإستسقاء، ٥- ثم الوتر، ٦- ثم الرواتب، اىLanjutkan membaca “Antara Sholat Tarawih dan Ba’diyah Isya’”

Shalat Lailatul Qadar

Dalam kitab Khazīnatul Asrār, karya Syekh Muhammad Haqqi an-Nazili disebutkan keterangan dari sahabat Ibnu Abbas radliyallāhu ‘anhumā sebagai berikut: خزينة الأسرار للشيخ حقي النازلي ص ٣٨ عن ابن عباس عن النبي عليه الصلاة والسلام. انه قال: من صلى في ليلة القدر ركعتين، يقرا في كل ركعة بفاتحة الكتاب مرة والاخلاص سبع مرات فاذا سلم يقولLanjutkan membaca “Shalat Lailatul Qadar”

Bolehkah Menunda Sholat Witir Setelah Tarawih?

Rasulullah ﷺ menganjurkan kita untuk menutup shalat malam dengan shalat witir, sebagaimana sabda beliau: قال صلى الله عليه وسلم : ( اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا ) رواه البخاري (953) ، ومسلم (751 “Jadikanlah witir sebagai akhir sholat malam kalian” Namun saat bulan puasa shalat witir dilakukan menyambung dengan shalat tarawih. Sehingga sulit dilakukan untukLanjutkan membaca “Bolehkah Menunda Sholat Witir Setelah Tarawih?”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai